HUBUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL dan HAK CIPTA DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENCIPTA SUATU HASIL KARYA

Berbicara mengenai perpustakaan, secara tidak langsung kita berbicara juga mengenai buku yang kemudian menjurus kepada masalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Hak Kebebasan Intelektual. Hak Kebebasan Intelektual sendiri mencakup hak seseorang mendapatkan informasi sedangkan HKI adalah hal-hal yang berhubungan terhadap perlindungan hak milik seseorang atau dalam kaitan dengan Hak Cipta. Kami sebenarnya ingin sekali membahas Hak Kekayaan Intelektual, namun, karena kelangkaan data terkait, maka, kami pun terpaksa membahas HKI.

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau disebut juga Hak Milik Intelektual (Intelectual Property Rights) adalah sebuah hasil olah otak manusia yang mengandung nilai komersial. Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa HKI tertuju pada hak milik pribadi. HKI merupakan salah satu bagian dari hak pribadi tersebut, sebagai lawan dari hak milik umum. Dengan demikian, hukum HKI mempunyai tujuan utamanya melindungi kepentingan pemegang haknya dengan memberikan sebagai hak milik terhadap benda tertentu, dengan segala konsekuensinya dan pembatasannya yang dibenarkan hukum.

Kamus Macquaire memberikan batasan pengertian HKI sebagai hak pekerja kreatif dalam lapangan ilmu pengetahuan, kesenian, kesusastraan dan perindustrian yang dapat melindungi melalui hak cipta, merek dagang atau paten dan sebagainya. Hal senada juga bisa diperoleh dalam dokumen World Intelectual Property Organization (WIPO). Sedangkan World Trade Organization (WTO) melalui GATT 1994 lebih menekankan HKI pada perdagangan internasional dengan menambahkan beberapa bagian olah otak manusia yang bisa dilindungi oleh perjanjian ini. Yaitu, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang dan Perlindungan Varietas Tanaman.

Sanusi Bintang dalam sebuah makalahnya membagi HKI ke dalam tiga alasan kenapa kita membutuhkan HKI. Berikut penjabarannya:

  1. HKI sebagai Hak Milik Pribadi

Menurut John Locke, hak milik pada dasarnya secara alamiah dimiliki oleh setiap pribadi. Intinya, dengan adanya HKI, setiap kepemilikan pribadi terlindungi dan memperoleh perlindungan hukum. Sehingga seseorang bisa menuntut bila sewaktu-waktu hasil karyanya/kepemilikan pribadinya dicuri atau dibajak oleh orang lain.

  1. HKI sebagai Pendorong Kreativitas

Selain perlindungan kepemilikan pribadi, HKI juga diperlukan untuk pendorong kraetivitas. Jika karyanya dilindungi, maka secara langsung seseorang itu ingin menciptakan karya lain yang lebih bagus lagi, tanpa merasa takut karyanya akan dibajak.

  1. HKI sebagai Hak Asasi Manusia (HAM)

Sesuai dalam pasal 29 No. 39 Tahun 1999 yang menetapkan: “Setiap orang berhak mendapatkan perlindungan atas pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan hak miliknya.”

Selain itu HKI juga erat kaitannya dengan Hak Cipta. Karena tiga bidang utama HAKI adalah Paten, Merek dan Hak Cipta. Hak Cipta melindungi isi dari sebuah ciptaan itu sendiri agar terbebas dari perbanyakan atau pengumuman tanpa seizin dari pihak pencipta dan yang terkait di dalamnya. Sedangkan Merek melindungi alat atau simbol yang digunakan pada suatu barang dagangan. Lalu Paten, memberikan monopoli yang absolut selama jangka waktu tertentu, yang dapat mencegah pihak lainnya menemukan penemuan yang persis sama.

Lalu, jika sebegitu pentingnya HKI dalam melindungi hasil karya seseorang dengan sedemikian ketatnya. Lantas, bagaimana dengan dunia pendidikan atau perpustakaan? Permasalahan ini akan dibahas pada pembahasan selanjutnya. (mugiwara no nakama/bersambung)

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://mugiwaranonakama.wordpress.com/2009/12/13/hubungan-hak-kekayaan-intelektual-dan-hak-cipta-dalam-rangka-perlindungan-hukum-terhadap-pencipta-suatu-hasil-karya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: